Membuat toko online di marketplace memang semakin mudah. Namun, memiliki toko saja belum cukup untuk mendatangkan pembeli. Di tengah banyaknya penjual, produk perlu dioptimalkan agar lebih mudah ditemukan ketika calon pelanggan melakukan pencarian.
Karena itu, pemilik bisnis perlu memahami cara mengelola toko online Tokopedia dan Shopee, mulai dari menentukan nama toko, membuat judul produk, mengoptimalkan deskripsi, hingga menggunakan strategi digital marketing.
Dengan optimasi yang tepat, toko memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kunjungan, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan menghasilkan transaksi.
Mengapa Toko Online Perlu Dioptimalkan?
Marketplace memiliki banyak penjual yang menawarkan produk serupa. Akibatnya, produk yang tidak dioptimalkan dapat sulit muncul di hasil pencarian.
Selain itu, calon pembeli biasanya membandingkan beberapa produk sebelum melakukan pembelian. Foto yang menarik, informasi yang lengkap, harga yang kompetitif, serta ulasan positif dapat memengaruhi keputusan mereka.
Oleh sebab itu, optimasi toko perlu dilakukan secara menyeluruh dan konsisten.
1. Pilih Nama Toko yang Mudah Diingat
Nama toko menjadi salah satu identitas bisnis di marketplace.
Gunakan nama yang:
- Mudah dibaca dan diingat.
- Sesuai dengan jenis produk.
- Tidak terlalu panjang.
- Memiliki identitas brand yang jelas.
- Konsisten dengan media sosial bisnis.
Hindari penggunaan nama yang terlalu rumit atau sulit diketik oleh calon pelanggan.
2. Buat Judul Produk yang Mudah Dicari
Judul produk memiliki peran penting dalam membantu calon pembeli menemukan produk melalui pencarian marketplace.
Gunakan kata yang benar-benar menggambarkan produk. Misalnya, daripada menulis:
“Tas Cantik Kekinian”
lebih informatif jika menggunakan:
“Tas Selempang Wanita Kanvas Casual Hitam”
Dengan judul yang lebih spesifik, calon pembeli dapat memahami produk sekaligus menemukan produk berdasarkan kata yang mereka cari.
3. Gunakan Foto Produk Berkualitas
Foto menjadi salah satu elemen pertama yang dilihat calon pembeli.
Pastikan foto:
- Memiliki pencahayaan yang baik.
- Menampilkan produk dari beberapa sudut.
- Memiliki latar belakang yang rapi.
- Menunjukkan ukuran atau detail produk.
- Tidak buram.
- Konsisten dengan identitas brand.
Selain foto utama, tambahkan foto detail, ukuran, variasi, dan cara penggunaan apabila diperlukan.
4. Tulis Deskripsi Produk yang Informatif
Deskripsi bukan sekadar tempat menjelaskan produk. Informasi yang lengkap juga membantu calon pelanggan mengambil keputusan.
Cantumkan informasi seperti:
- Nama dan jenis produk.
- Material atau bahan.
- Ukuran.
- Warna atau variasi.
- Fungsi produk.
- Isi paket.
- Cara penggunaan.
- Informasi pengiriman.
- Ketentuan retur atau garansi.
Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari deskripsi yang terlalu panjang tanpa informasi penting.
5. Gunakan Keyword yang Relevan
Agar toko online Tokopedia dan Shopee lebih mudah ditemukan, gunakan kata kunci yang sesuai dengan produk.
Misalnya, jika menjual botol minum, beberapa kata kunci yang relevan dapat berupa:
- Botol minum stainless.
- Tumbler 500 ml.
- Botol minum olahraga.
- Tumbler anti bocor.
Tempatkan keyword secara natural pada judul, deskripsi, dan atribut produk. Jangan memasukkan terlalu banyak kata kunci yang tidak relevan karena dapat membuat informasi terlihat tidak natural.
6. Lengkapi Kategori dan Atribut Produk
Marketplace menyediakan kategori dan atribut untuk membantu mengelompokkan produk.
Pastikan kategori, ukuran, warna, merek, material, serta atribut lainnya diisi dengan benar. Informasi yang lengkap membantu sistem marketplace memahami produk dan memudahkan calon pembeli menggunakan filter pencarian.
7. Bangun Rating dan Ulasan Positif
Kepercayaan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian online.
Karena itu, berikan pelayanan yang baik, kemas produk dengan aman, proses pesanan secara cepat, dan berikan informasi yang jelas kepada pelanggan.
Setelah transaksi selesai, pelanggan yang puas dapat memberikan ulasan positif. Semakin baik reputasi toko, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan calon pembeli.
8. Manfaatkan Promo dan Fitur Marketplace
Tokopedia dan Shopee menyediakan berbagai fitur untuk membantu penjual meningkatkan visibilitas produk.
Pemilik toko dapat memanfaatkan fitur seperti voucher, diskon, gratis ongkir, live shopping, affiliate, maupun iklan marketplace sesuai kebutuhan bisnis.
Namun, jangan hanya mengandalkan diskon. Strategi promosi sebaiknya tetap disesuaikan dengan margin keuntungan dan target pelanggan.
9. Gunakan Digital Marketing di Luar Marketplace
Jangan membatasi pemasaran hanya di dalam marketplace.
Gunakan Instagram, TikTok, WhatsApp Business, YouTube, atau platform digital lainnya untuk mendatangkan calon pelanggan ke toko.
Konten dapat berupa:
- Video demonstrasi produk.
- Tutorial penggunaan.
- Testimoni pelanggan.
- Behind the scenes.
- Edukasi terkait produk.
- Konten perbandingan.
- Promo dan launching produk.
Dengan demikian, marketplace berfungsi sebagai tempat transaksi, sedangkan media sosial dapat menjadi saluran untuk membangun awareness dan hubungan dengan pelanggan.
10. Analisis Performa Toko Secara Berkala
Optimasi toko perlu dilakukan berdasarkan data.
Perhatikan beberapa metrik seperti:
- Jumlah kunjungan produk.
- Klik produk.
- Jumlah transaksi.
- Conversion rate.
- Produk paling banyak dilihat.
- Produk dengan penjualan tertinggi.
- Sumber traffic.
- Performa kampanye iklan.
Data tersebut dapat membantu menentukan produk mana yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran mana yang memberikan hasil terbaik.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Penjual
Beberapa kesalahan dapat membuat toko sulit berkembang, antara lain:
- Menggunakan judul produk yang terlalu umum.
- Foto produk kurang jelas.
- Deskripsi tidak lengkap.
- Tidak mengisi atribut produk.
- Tidak merespons chat pelanggan dengan cepat.
- Mengabaikan ulasan pelanggan.
- Hanya mengandalkan diskon.
- Tidak melakukan evaluasi berdasarkan data.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, pengelolaan toko dapat menjadi lebih efektif.
Tingkatkan Skill Digital Marketing Bersama IBLU Academy
Mengelola toko online tidak hanya membutuhkan kemampuan mengunggah produk. Pemilik bisnis juga perlu memahami digital marketing, copywriting, content marketing, social media marketing, SEO, data analytics, hingga penggunaan Artificial Intelligence (AI).
IBLU Academy menyediakan berbagai program pelatihan yang dapat membantu pelaku bisnis, mahasiswa, maupun profesional meningkatkan kompetensi digital. Program tersebut mencakup Digital Marketing BNSP, Meta Digital Marketing Associate, AI for Productivity, Business Intelligence, serta berbagai pelatihan digital lainnya.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta dapat mempelajari strategi pemasaran digital yang lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan bisnis.
Mengapa Memilih IBLU Academy?
IBLU Academy menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan dunia kerja dan bisnis.
Keunggulan program meliputi:
- Materi berbasis praktik dan studi kasus.
- Sertifikasi nasional dan internasional.
- Instruktur profesional dan berpengalaman.
- Pilihan kelas online, offline, dan hybrid.
- Materi yang mengikuti perkembangan industri digital.
- Pendampingan selama proses pembelajaran.
- Program untuk mahasiswa, profesional, maupun perusahaan.
Kesimpulan
Membangun toko online Tokopedia dan Shopee yang mudah ditemukan pembeli membutuhkan lebih dari sekadar mengunggah produk. Optimasi judul, keyword, foto, deskripsi, kategori, rating, promosi, dan strategi digital marketing perlu dilakukan secara konsisten.
Selain itu, pemilik bisnis perlu memahami data agar dapat mengetahui strategi yang berhasil dan melakukan perbaikan secara berkala.
🚀 Jika ingin mengembangkan kemampuan digital marketing untuk mendukung bisnis online, tingkatkan kompetensi bersama IBLU Academy melalui program pelatihan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
👉 Pelajari Digital Marketing, AI, Content Marketing, dan Data Analytics bersama IBLU Academy untuk membangun strategi pemasaran digital yang lebih efektif.