Perbedaan ACA dan ACP Adobe yang Wajib Anda Tahu

Memiliki sertifikasi resmi dari Adobe merupakan impian bagi banyak desainer grafis dan editor video. Sertifikat ini menjadi bukti valid bahwa Anda menguasai perangkat lunak kreatif standar industri global. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan ACA dan ACP sebelum mendaftarkan diri agar tidak salah memilih program.

Apakah kedua sertifikasi tersebut berbeda secara materi? Ataukah salah satunya memiliki tingkatan yang lebih tinggi? Artikel ini akan mengupas tuntas apa saja yang membedakan keduanya secara resmi.

1. Perbedaan ACA dan ACP dari Sisi Evolusi Nama

Perbedaan paling mendasar yang wajib Anda ketahui pertama kali sebenarnya terletak pada penamaan atau branding. Banyak orang mengira ACA (Adobe Certified Associate) dan ACP (Adobe Certified Professional) adalah dua jenis ujian yang berjalan bersamaan.

Padahal, ACP merupakan nama baru yang menggantikan posisi ACA secara resmi. Adobe melakukan pembaruan citra dan kurikulum besar-besaran sejak peluncuran Adobe Creative Cloud versi terbaru. Jadi, seluruh sertifikasi resmi Adobe yang diterbitkan sekarang beralih menggunakan nama ACP.

2. Perbedaan ACA dan ACP dalam Standar Kurikulum

(Rekomendasi Gambar 2: Suasana ujian sertifikasi komputer) (Alt Text Gambar: Kurikulum ujian dan perbedaan ACA dan ACP)

Meskipun ACP merupakan penerus dari ACA, standar ujian yang diterapkan kini menjadi lebih relevan dengan industri modern. Kurikulum pada sertifikasi ACA versi lama cenderung lebih fokus pada pemahaman teori dasar desain dan pengenalan letak alat (tools).

Sebaliknya, sertifikasi ACP menuntut peserta untuk berpikir seperti seorang profesional sejati. Pertanyaan ujian di dalam ACP lebih banyak berbasis studi kasus nyata. Selanjutnya, Anda tidak hanya diuji cara menggunakan sebuah alat, tetapi juga bagaimana menyelesaikan proyek klien secara efisien menggunakan aplikasi Adobe.

3. Masa Berlaku Sertifikat Setelah Lulus Ujian

Aspek penting lainnya yang mengalami perubahan adalah masa berlaku dari sertifikat itu sendiri. Pada era ACA, sertifikasi sering kali dianggap berlaku selamanya karena terikat pada versi perangkat lunak tertentu yang statis.

Namun, karena industri digital berkembang sangat cepat, skema pada ACP kini berubah. Sertifikat ACP memiliki masa berlaku selama tiga tahun sejak tanggal Anda dinyatakan lulus ujian. Aturan ini diterapkan agar para profesional kreatif selalu memperbarui keahlian mereka mengikuti fitur-fitur AI (Artificial Intelligence) terbaru dari Adobe.

Kesimpulan

Secara singkat, Anda tidak perlu bingung memilih antara keduanya. Sebab, ACA adalah nama masa lalu, sedangkan ACP adalah standar industri masa kini yang wajib Anda miliki.

Namun, mempersiapkan ujian sertifikasi internasional ini secara otodidak tentu memiliki tantangan tersendiri. Jadi, jika Anda ingin mendalami materi perbedaan ACA dan ACP ini secara langsung, ikuti kelas persiapan di iBLU Academy. Sebagai mitra resmi Certiport, iBLU Academy siap membimbing Anda dari nol hingga sukses meraih gelar profesional Adobe yang diakui dunia!

Leave a Reply