
Isambard-AI Perluas Kapabilitas Penelitian Berbasis Pengamatan Manusia
Salah satu superkomputer kecerdasan buatan (AI) terkuat di Inggris, Isambard-AI, kini dimanfaatkan untuk penelitian baru senilai £1,2 juta yang berfokus pada bagaimana kelelahan mental tercermin melalui pergerakan mata.
Tim akademisi dari University of Essex memperoleh akses sebanyak 10.000 jam terhadap teknologi tersebut, memungkinkan mereka menjalankan model berskala besar untuk memahami hubungan antara kondisi kognitif dan respons visual manusia.
Peneliti utama, Dr. Javier Andreu-Perez, menyebut bahwa kemampuan komputasi Isambard-AI akan “memberikan wawasan baru” tentang perilaku manusia dalam konteks aktivitas sehari-hari. Proyek ini memperluas arah riset dari sekadar automasi, menuju pemahaman mendalam terhadap tubuh manusia sebagai sistem biologis yang kompleks.
Analisis Data Mata dalam Lingkungan Nyata untuk Memahami Kelelahan
Dalam proyek bertajuk EyeWarn, tim akan mengumpulkan dan menganalisis pergerakan mata dalam kondisi natural, bukan laboratorium yang terkontrol.
Tujuannya adalah menghasilkan model AI yang mampu:
- mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan,
- mendeteksi gangguan konsentrasi,
- serta memprediksi dampak tekanan kognitif terhadap perilaku.
Dengan integrasi data dari lingkungan sekitar dan sensor biologis, mampu memetakan perubahan halus pada pola pandangan. Selain itu pada kecepatan reaksi, dan intensitas fokus manusia.
Perpaduan data tersebut dapat membuka pemanfaatan baru—mulai dari keselamatan kerja, kesehatan digital, hingga navigasi kendaraan dan teknologi edukasi adaptif.
Kapabilitas AI Menuju Pemahaman Manusia yang Lebih Dalam
University of Essex menegaskan bahwa proyek EyeWarn adalah langkah strategis bagi pengembangan human-centred AI di Inggris.
Kolaborasi dilakukan bersama beberapa universitas di seluruh negeri serta perusahaan AI Solvemed Group, memastikan penelitian tidak hanya berhenti pada laboratorium. Tetapi hadir dalam penerapan nyata.
Dengan adanya rencana pembangunan pusat data senilai £2 miliar di Loughton, Essex diproyeksikan menjadi salah satu pusat inovasi terbesar di Inggris.
Riset ini menunjukkan dukungan superkomputer berkembang melampaui perhitungan teknis menuju pemahaman psikologis dan fisiologis manusia.