Data entry sering disebut sebagai salah satu pekerjaan yang paling mudah diambil alih AI. Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar, dan banyak staf administrasi mulai bertanya apakah pekerjaan yang mereka jalani setiap hari masih punya masa depan.
Artikel ini membahas apa kata data, bagian pekerjaan mana yang benar-benar bergeser, dan skill apa yang justru makin bernilai bagi staf yang mengelola data.
Apa Kata Data?
Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum (WEF) memetakan arah pasar kerja sampai 2030. Laporan ini berbasis survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan di 55 ekonomi, yang mewakili sekitar 14 juta pekerja. Hasilnya cukup jelas untuk bidang ini:
- Peran data entry clerks masuk daftar pekerjaan yang diperkirakan menurun paling cepat sampai 2030, bersama petugas pos dan teller bank. Visualisasi Visual Capitalist atas data WEF mencatat perkiraan penurunan sekitar 34%.
- Rata-rata 39% keterampilan pekerja diperkirakan berubah atau usang pada periode 2025–2030.
- Sebanyak 85% perusahaan yang disurvei berencana memprioritaskan peningkatan keterampilan (upskilling) karyawannya.
Empat Skill yang Makin Penting bagi Staf Data
1. Pengolahan lembar kerja tingkat lanjut Rumus, pengelolaan tabel, dan pengolahan data dalam jumlah besar membuat staf mampu mengolah data, bukan sekadar mengisinya.
2. Pemasukan data yang akurat dan terstruktur Meski sebagian input bisa diotomasi, hasil otomasi tetap perlu dipastikan benar. Kemampuan memasukkan dan memeriksa data secara teliti tetap jadi fondasi.
3. Keamanan informasi Data yang melewati meja staf sering kali sensitif. Memahami cara mengenali aspek keamanan informasi pengguna menjadi kompetensi yang semakin dicari.
4. Memakai AI sebagai alat bantu, bukan pesaing Staf yang paham cara memanfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan rutin punya posisi lebih kuat dibanding yang hanya menunggu otomasi datang.
Skill ini memang tidak menjadi unit khusus dalam skema sertifikasi di bawah, tapi fondasi penggunaan aplikasinya bisa dibangun dari kompetensi dasarnya.
Membangun Fondasinya Lewat Sertifikasi Data Management Staff (DMS)
Untuk membuktikan kompetensi pengelolaan data secara formal, ada skema Data Management Staff (DMS) dari BNSP. Skema ini ditujukan bagi individu dengan kemampuan office level intermediate.
Selain itu, sangat relevan untuk peran seperti admin data, data entry, admin statistik, hingga supervisor yang berhubungan langsung dengan pengelolaan data harian.
Kesimpulan
Data menunjukkan pekerjaan data entry murni memang berada di bawah tekanan otomasi. Tapi tekanan itu bukan akhir cerita: pekerjaan yang bertahan dan tumbuh adalah yang menambahkan kemampuan mengolah, memeriksa, dan mengamankan data.