Industri konstruksi Hong Kong kini berada pada momen penting seiring semakin majunya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan robotik di berbagai fase pembangunan.
Dalam perbincangan Master Talk yang diselenggarakan oleh Construction Industry Council (CIC), para pemimpin sektor ini menilai bahwa AI tidak lagi sekadar percobaan teknologi. Tetapi mulai memberikan manfaat nyata dalam produktivitas dan keselamatan di lokasi proyek.
AI Menjadi Bagian dari Praktik Harian
Selama ini banyak proyek konstruksi mengandalkan trial dan pilot teknologi digital, namun kondisi saat ini menghadapi beberapa tekanan. Dimulai dari tekanan biaya keterbatasan tenaga kerja, serta jadwal proyek yang semakin ketat.
Ketua CIC, Thomas Ho menekankan bahwa AI kini mulai digunakan dalam perencanaan, desain, keselamatan lokasi, hingga pengelolaan aset jangka panjang. Hal ini menjadikannya bagian dari daily practice alih-alih sekadar eksperimen teknologi.
Penerapan teknologi seperti building information modelling (BIM) dan digital twin di proyek pemerintahan telah mencapai adopsi penuh. Sementara sektor swasta juga semakin meningkat dalam penerapan alat tersebut.
Menurut Ho, ini menunjukkan bahwa industri sudah memiliki fondasi untuk transformasi digital yang lebih luas, dan AI merupakan lanjutan alami dari perjalanan tersebut.
Kebijakan Pemerintah Mendorong Adopsi AI
Perubahan arah ini juga tertuang dalam kebijakan pemerintah Hong Kong yang mewajibkan penggunaan robotik, drone, peralatan yang dikendalikan jarak jauh, serta sistem berbasiskan AI dalam kontrak pekerjaan publik.
Langkah ini bukan sekadar memberi insentif, tetapi memberikan rangka kerja komersial yang lebih jelas bagi perusahaan untuk berinvestasi dan mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam operasi mereka.
Tantangan Organisasi dan Kesiapan SDM
Meskipun teknologi sudah semakin matang, beberapa tantangan masih menghambat adopsi yang luas. Banyak organisasi belum sepenuhnya memahami bagaimana teknologi dapat memberikan hasil nyata atau masih ragu terhadap pengembalian investasi (ROI).
Masalah ini sering kali bukan soal teknologi itu sendiri, melainkan pada kepemimpinan, kesiapan tim, dan perubahan proses kerja yang harus terjadi agar AI benar-benar efektif.
Pejabat dari sejumlah perusahaan konstruksi juga menekankan bahwa AI harus digabungkan dengan keahlian teknis dan perubahan dalam alur kerja.
Perusahaan yang berhasil mengintegrasikan AI adalah yang tidak hanya memasang teknologi, tetapi juga menyusun ulang cara tim bekerja.
Teknologi Nyata di Lokasi Proyek
Beberapa penggunaan AI yang sudah mulai diterapkan termasuk sistem keamanan berbasis kamera untuk memantau kondisi pekerja. Selain itu dengan alat drone yang menggabungkan data real-time dengan model BIM.
Melalui metode ini digunakan untuk memantau progres proyek, serta platform prediksi risiko yang membantu menandai potensi masalah biaya dan jadwal lebih awal.
Solusi ini membantu mengurangi pekerjaan manual, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan keselamatan di lokasi konstruksi.