7 Fun Fact Data Analyst, Bikin Mikir Ulang Soal Karier

Kalau Anda sedang mempertimbangkan karier di bidang data analyst, ada baiknya kenalan dulu dengan beberapa fakta menariknya. Karena ternyata banyak hal soal profesi ini yang jarang dibahas, mulai dari skill yang ternyata masih relevan sampai pertumbuhan industrinya yang di luar dugaan. Berikut 7 fun fact seputar data analyst yang bisa bikin Anda melihat profesi ini dari sudut pandang berbeda

1. Excel Masih Jadi Skill Wajib, Meski AI Sudah Ada di Mana-Mana

Di tengah gempuran tools AI dan bahasa pemrograman canggih, Microsoft Excel ternyata masih disebut di 41,3% lowongan data analyst pada 2026. Fakta ini menepis anggapan bahwa Excel sudah “ketinggalan zaman”. Kenyataannya kemampuan mengolah data lewat Excel tetap jadi fondasi yang dicari perusahaan, berdampingan dengan tools visualisasi seperti Tableau dan Power BI yang disebutkan di sekitar 40% lowongan.

2. Industri Data Analytics Tumbuh dengan Kecepatan yang Mengejutkan

Pasar global data analytics diperkirakan tumbuh dari sekitar 23 miliar dolar AS pada 2019 menjadi 133 miliar dolar AS pada 2026. Pertumbuhan yang mencerminkan betapa cepatnya kebutuhan perusahaan akan tenaga yang mampu mengolah data menjadi keputusan bisnis yang lebih tajam.

3. Gaji Data Analis Naik Signifikan dalam Setahun Terakhir

Di pasar kerja global, rata-rata gaji data analyst dilaporkan naik sekitar 20.000 dolar AS sejak 2025, mencapai rata-rata 111.000 dolar AS pada 2026. Meski angka ini berbasis pasar internasional (khususnya AS) dan tidak serta-merta sama dengan kondisi di Indonesia. Tren kenaikannya menunjukkan betapa tingginya permintaan terhadap skill analitis di pasar kerja global.

4. Lapangan Kerja Data Diprediksi Tumbuh 34% dalam 10 Tahun ke Depan

Menurut proyeksi Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS), lowongan untuk profesi terkait data diperkirakan tumbuh sekitar 34% antara 2024 hingga 2034. Dimana persentase tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan lapangan kerja pada umumnya. Ini jadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan talenta data analytics bukan tren sesaat.

5. Data Analyst Cenderung Sering Berpindah Kerja

Fakta unik lainnya: rata-rata masa kerja seorang data analyst di satu perusahaan hanya sekitar 1,8 tahun. Ini bukan berarti profesi ini tidak stabil, justru sebaliknya — tingginya permintaan membuat data analyst punya banyak pilihan untuk berpindah ke peluang yang lebih baik, baik dari sisi gaji maupun jenjang karier.

6. Sertifikasi Online Terbukti Meningkatkan Peluang Kerja

Salah satu temuan menarik: kepemilikan sertifikasi online dilaporkan mampu meningkatkan peluang keterserapan kerja (employability) hingga 40%. Ini menjadi bukti bahwa validasi kompetensi secara formal. Yang benar-benar berdampak nyata pada peluang karier di bidang ini.

7. Rata-Rata Data Analyst Masih Berusia Muda

Rata-rata usia data analyst di dunia kerja saat ini sekitar 32 tahun, menjadikan bidang ini salah satu profesi dengan komposisi usia yang relatif muda. Kabar baiknya, ini berarti belum “terlambat” bagi siapa pun yang baru mau memulai karier di bidang ini.
Termasuk fresh graduate maupun profesional yang ingin beralih jalur karier.

Kesimpulan

Data analyst bukan sekadar profesi yang sibuk dengan angka dan spreadsheet . Di baliknya ada pertumbuhan industri yang pesat, permintaan pasar yang terus naik dan peluang yang terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memulai.

Tanpa peduli usia atau latar belakang. Fondasi seperti Excel yang sering dianggap “biasa saja” justru masih jadi skill yang paling dicari. Apalagi jika dibarengi dengan sertifikasi resmi yang terbukti meningkatkan peluang kerja.

Hubungi Kami terkait Informasi Data Analyst

Leave a Reply