Dalam langkah yang menandai babak baru dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi global, sebuah perusahaan kedirgantaraan komersial China telah berhasil menerapkan model generik ke dalam satelit yang berada di orbit.
Ini bukan sekadar uji coba teknologi — tetapi menggambarkan transformasi cara kita memanfaatkan AI dan sumber daya komputasi di luar Bumi.
GuoXing Aerospace Technology, sebuah perusahaan berbasis di Chengdu, secara resmi mengumumkan bahwa model large language model (LLM) Qwen3. Model ini dikembangkan oleh Alibaba — telah diunggah ke jaringan satelit komputasi yang mereka bangun di orbit.
Proyek ini memungkinkan pengolahan tugas penalaran secara penuh di luar angkasa, dengan data dikirim dari Bumi, diproses di satelit, dan hasilnya dikembalikan dalam hitungan menit.
Komputasi AI di Luar Angkasa: Apa Artinya?
Penggunaan AI langsung di satelit orbit merupakan terobosan teknis yang signifikan. Selama ini, sistem AI besar umumnya berjalan di pusat data di darat yang dipenuhi. Oleh perangkat keras intensif energi dan sumber daya.
Namun dengan meluncurkan model langsung ke orbit, komputasi dapat dilakukan lebih dekat dengan titik pengumpulan data. Dimana mengurangi latensi serta meningkatkan kecepatan respons.
Dalam uji coba awalnya, model Qwen3 berhasil memproses permintaan dan memberikan hasil hanya dalam sekitar dua menit setelah menerima data dari Bumi.
Ini menunjukkan bahwa komputasi AI ruang angkasa bukan hanya sekadar eksperimen, tetapi layak dijalankan dalam sistem operasional komersial dan ilmiah.
Rencana Jaringan Satelit yang Ambisius
Lebih jauh lagi, GuoXing Aerospace membeberkan rencana ambisiusnya untuk membangun jaringan satelit yang jauh lebih besar dalam satu dekade ke depan. Targetnya adalah mengembangkan konstelasi yang terdiri dari sekitar 2.800 satelit khusus untuk komputasi AI, mencakup:
- 2.400 satelit inferensi yang fokus memproses tugas model, dan
- 400 satelit training yang akan membantu melatih dan memperbarui model AI di orbit.
Dengan konfigurasi ini, perusahaan menargetkan kemampuan komputasi di orbit mencapai 100.000 petaflops untuk inferensi dan 1 juta petaflops untuk pelatihan model, yang secara teoritis dapat melayani kebutuhan komputasi di seluruh dunia.
Mendorong Era Baru Komputasi dan AI Global
Pengembangan semacam ini membuka peluang baru dalam tren global pengembangan AI dan komputasi. Ketika kebutuhan akan daya komputasi meningkat secara eksponensial, terutama untuk model besar. Pendekatan luar angkasa dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk
- mengakses sumber daya komputasi di luar batasan geografis pusat data konvensional,
- mempercepat pemrosesan data dari sensor bumi dan satelit lain, dan
- menyediakan pipeline komputasi yang resilient terhadap keterbatasan infrastruktur di daratan.
Dalam konteks persaingan teknologi global, langkah ini juga mencerminkan bagaimana perusahaan teknologi China semakin aktif dalam inovasi komputasi dan AI, dari darat ke orbit.
Penerapan model AI di luar angkasa memberi gambaran bahwa masa depan akan semakin terintegrasi dengan infrastruktur luar angkasa, bukan hanya terbatas pada sistem di permukaan Bumi.