Roadmap menjadi data analyst dengan Excel untuk pemula adalah langkah strategis bagi siapa saja yang ingin masuk ke dunia analisis data tanpa harus langsung belajar coding yang rumit. Banyak perusahaan masih mengandalkan Microsoft Excel sebagai alat utama untuk mengolah, menganalisis, dan menyajikan data. Artinya, menguasai Excel bisa menjadi pintu masuk tercepat menuju karier sebagai data analyst.
Bagi pemula, perjalanan ini tidak perlu membingungkan. Dengan roadmap yang tepat, kamu bisa membangun skill secara bertahap hingga siap menghadapi kebutuhan industri.
Kenapa Memulai Karier Data Analyst dari Excel?
Sebelum masuk ke roadmap, penting untuk memahami alasan kenapa Excel adalah titik awal yang ideal.
1. Digunakan Hampir di Semua Industri
Dari perusahaan startup, korporasi besar, hingga instansi pemerintahan, Excel masih menjadi alat utama untuk:
- Laporan penjualan
- Analisis keuangan
- Monitoring performa
- Pengolahan data operasional
2. Tidak Perlu Coding
Berbeda dengan tools seperti Python atau R, Excel bisa digunakan tanpa kemampuan pemrograman. Ini membuatnya sangat ramah untuk pemula.
3. Skill yang Langsung Terpakai di Dunia Kerja
Banyak lowongan kerja entry-level mensyaratkan:
- Microsoft Excel
- Data entry
- Data reporting
- Data analysis dasar
Gambaran Umum Roadmap Data Analyst dengan Excel
Roadmap ini dibagi menjadi 4 tahap utama:
- Dasar Excel
- Pengolahan dan pembersihan data
- Analisis data
- Visualisasi dan pelaporan
Setiap tahap memiliki fokus skill yang berbeda.
Tahap 1: Menguasai Dasar-Dasar Excel
Di tahap awal, kamu perlu memahami fungsi dasar Excel yang sering digunakan di pekerjaan sehari-hari.
Skill yang Harus Dikuasai
- Navigasi worksheet dan workbook
- Format sel (angka, teks, tanggal)
- Sort & filter data
- Basic formulas:
- SUM
- AVERAGE
- COUNT
- MAX & MIN
Target Tahap Ini
Kamu sudah bisa:
- Membuat tabel sederhana
- Menghitung total dan rata-rata
- Menyusun data secara rapi
Durasi belajar: 1–2 minggu dengan latihan rutin.
Tahap 2: Data Cleaning dan Data Preparation
Seorang data analyst tidak hanya menganalisis data, tapi juga harus memastikan datanya bersih dan siap digunakan.
Skill yang Harus Dikuasai
- Remove duplicates
- Text to columns
- Find & replace
- Data validation
- Fungsi teks:
- LEFT
- RIGHT
- MID
- TRIM
- Fungsi logika:
- IF
- AND
- OR
Target Tahap Ini
Kamu bisa:
- Membersihkan data mentah
- Menggabungkan atau memisahkan informasi
- Membuat struktur data yang rapi
Durasi belajar: 2–3 minggu.
Tahap 3: Analisis Data dengan Excel
Di tahap ini, kamu mulai berperan sebagai data analyst sesungguhnya.
Skill yang Harus Dikuasai
1. Fungsi Lookup
- VLOOKUP
- HLOOKUP
- XLOOKUP
- INDEX & MATCH
2. Pivot Table
- Membuat pivot table
- Mengelompokkan data
- Membuat summary otomatis
3. Conditional Formatting
- Menandai data penting
- Highlight anomali
- Visual indikator performa
Contoh Studi Kasus
- Analisis penjualan per produk
- Performa sales per wilayah
- Produk dengan margin tertinggi
Target Tahap Ini
Kamu bisa:
- Mengolah data besar
- Menarik insight sederhana
- Membuat laporan analisis
Durasi belajar: 3–4 minggu.
Tahap 4: Visualisasi dan Reporting
Data analyst harus bisa menjelaskan data, bukan hanya menghitungnya.
Skill yang Harus Dikuasai
- Membuat chart:
- Bar chart
- Line chart
- Pie chart
- Dashboard sederhana di Excel
- Menyusun laporan data yang mudah dipahami
Target Tahap Ini
Kamu bisa:
- Menyajikan data dalam bentuk visual
- Membuat dashboard sederhana
- Menjelaskan insight dari data
Durasi belajar: 2–3 minggu.
Timeline Belajar untuk Pemula
Berikut estimasi roadmap selama 2–3 bulan:
| Minggu | Fokus Belajar |
|---|---|
| 1–2 | Dasar Excel |
| 3–5 | Data cleaning & preparation |
| 6–8 | Analisis data (lookup, pivot) |
| 9–10 | Visualisasi & dashboard |
Dalam waktu sekitar 10 minggu, kamu sudah punya fondasi kuat sebagai data analyst pemula.
Skill Tambahan yang Akan Dibutuhkan ke Depan
Setelah menguasai Excel, langkah berikutnya biasanya adalah:
- SQL untuk mengambil data dari database
- Power BI atau Tableau untuk visualisasi
- Python atau R untuk analisis lanjutan
Namun, banyak posisi entry-level yang cukup dengan Excel sebagai skill utama.
Kesalahan Umum Pemula Saat Belajar Data Analyst
1. Langsung Belajar Coding
Banyak orang langsung belajar Python tanpa memahami dasar analisis data. Akibatnya, mereka bisa coding, tapi tidak paham logika analisis.
2. Terlalu Fokus Teori
Data analyst adalah profesi berbasis praktik. Tanpa studi kasus, skill sulit berkembang.
3. Tidak Punya Bukti Kompetensi
Hanya menulis “menguasai Excel” di CV tidak cukup. Perusahaan butuh:
- Portofolio
- Sertifikasi
- Bukti skill nyata
Pentingnya Sertifikasi untuk Data Analyst Pemula
Di dunia kerja, sertifikasi berfungsi sebagai:
- Bukti kompetensi
- Standar kemampuan
- Pembeda dari kandidat lain
Banyak fresh graduate punya skill, tapi tidak punya validasi. Akibatnya, HR sulit menilai siapa yang benar-benar kompeten.
Dengan pelatihan dan sertifikasi yang tepat, kamu bisa:
- Mempercepat proses belajar
- Mendapatkan kurikulum terarah
- Memiliki bukti kompetensi resmi
Roadmap menjadi data analyst dengan Excel untuk pemula bisa dimulai dari skill dasar, dilanjutkan ke data cleaning, analisis, hingga visualisasi. Dengan belajar secara bertahap selama 2–3 bulan, kamu sudah bisa memiliki fondasi kuat untuk masuk ke dunia kerja sebagai data analyst pemula.
Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, skill saja tidak cukup. Kamu juga perlu bukti kompetensi yang bisa membuat CV-mu lebih menonjol di mata HR.
Jika kamu ingin mempercepat perjalanan karier sebagai data analyst, mengikuti pelatihan terstruktur dan sertifikasi kompetensi bisa menjadi langkah strategis untuk membuat skill kamu terlihat, teruji, dan diakui industri. Melalui program pelatihan dan sertifikasi di iBLU Academy, kamu bisa belajar langsung dari kurikulum berbasis industri sekaligus mendapatkan bukti kompetensi resmi yang membuat CV-mu lebih dipercaya oleh perusahaan. Saatnya naik level, bukan cuma bisa Excel, tapi juga punya sertifikasi yang diakui