
Microsoft dilaporkan tengah menguji kebijakan baru yang memungkinkan administrator IT di perusahaan menghapus Copilot dari perangkat yang dikelola.
Langkah ini menjadi respons terhadap kebutuhan organisasi yang ingin menjaga kontrol penuh atas perangkat kerja dan pengalaman pengguna di lingkungan korporasi. Termasuk dalam ekosistem Windows yang semakin mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI). (Sumber: Bleeping Computer)
Perubahan ini merupakan bagian dari serangkaian pembaruan yang sedang diuji oleh Microsoft dan diharapkan rilis secara lebih luas pada versi Windows mendatang.
Kebijakan yang memungkinkan penghapusan Copilot mengindikasikan bahwa Microsoft mulai memberikan fleksibilitas lebih besar. Terutama kepada perusahaan dalam mengatur penggunaan AI di lingkungan mereka.
Mengapa Copilot Penting untuk Organisasi
Copilot Microsoft (termasuk versi yang terintegrasi dalam Windows atau paket produktivitas seperti Microsoft 365) dirancang untuk membantu produktivitas pengguna. Khususnya dengan memberikan saran teks, automasi tugas, dan dukungan AI secara langsung dalam aplikasi kerja sehari-hari. Namun, adopsi fitur ini tidak selalu disambut dengan antusias oleh semua organisasi, terutama karena:
- Kebijakan Keamanan dan Kepatuhan
- Beberapa perusahaan harus mematuhi peraturan industri atau internal yang ketat terkait penyimpanan data, privasi, dan kontrol perangkat.
- Integrasi AI yang otomatis tanpa kontrol granular dapat menimbulkan risiko terhadap kebijakan IT yang sudah ditetapkan.
- Pengalaman Pengguna yang Terstandarisasi
- Organisasi besar seringkali menerapkan konfigurasi perangkat yang konsisten untuk alasan pelatihan, dukungan, dan kompatibilitas perangkat lunak.
- Fitur Copilot yang muncul secara otomatis dapat mengubah workflow tanpa persetujuan tim IT.
- Risiko Konten AI Tidak Terduga
- Meskipun Copilot ditujukan untuk membantu, output AI — yang dihasilkan secara otomatis — bisa jadi tidak selalu sesuai dengan kebutuhan atau kebijakan perusahaan.
Melalui kebijakan baru ini, tim IT akan memiliki opsi untuk mencabut Copilot dari perangkat tertentu, seperti desktop, laptop, atau perangkat khusus yang digunakan untuk aktivitas sensitif.
Bagaimana Copilot Diatur Saat Ini
Sebelumnya, integrasi Copilot di Windows dan aplikasi Microsoft 365 berjalan tanpa opsi bagi administrator untuk menghapusnya melalui pengaturan perangkat bawaan. Administrator hanya dapat menonaktifkan fitur tersebut secara parsial melalui kebijakan group policy atau melalui konfigurasi tingkat organisasi, tetapi tidak bisa benar-benar menghapusnya dari perangkat terkelola.
Dengan pembaruan yang tengah diuji ini, opsi uninstall Copilot secara menyeluruh akan tersedia bagi administrator melalui alat manajemen perangkat yang biasa digunakan, seperti Microsoft Endpoint Manager atau kebijakan Microsoft Intune.
Dampak pada Kebijakan Keamanan dan Kontrol Organisasi
Langkah Microsoft ini mencerminkan pemahaman bahwa integrasi AI tidaklah satu-ukuran-cocok-untuk-semua (one size fits all). Setiap organisasi memiliki kebutuhan masing-masing terkait:
- Kontrol perangkat
- Kepatuhan regulasi industri
- Pengalaman pengguna dan pelatihan staf
- Risiko terhadap data internal
Dengan memberikan pilihan untuk uninstall Copilot, Microsoft membantu organisasi yang ingin mengelola eksposur AI sesuai dengan kebijakan internal tanpa tergantung pada setelan default sistem.
Kapan Fitur Ini Tersedia?
Hingga saat ini, belum ada tanggal rilis resmi dari Microsoft untuk pengaturan ini. Kebijakan baru ini masih muncul dalam bentuk preview pada build Windows terbaru untuk Insiders. Jika pengujian berjalan lancar, maka fitur ini kemungkinan akan dirilis dalam update mayor Windows 11 atau Microsoft 365 di bulan-bulan mendatang.
Microsoft sendiri belum memberikan pernyataan publik yang lebih rinci, tetapi fitur ini diperkirakan akan tersedia melalui:
✔ Microsoft Endpoint Manager
✔ Microsoft Intune
✔ Kebijakan Group Policy
✔ Opsi pengaturan perangkat terkelola lainnya