Google Looker pada Strategi 2026: Fokus pada Data, BI, dan Adopsi AI

Google kembali menegaskan peran alat business intelligence (BI) dalam strategi teknologi di 2026 melalui ringkasan fitur terbaru dan cerita sukses pelanggan dari Looker. Dalam pengumuman komunitas bertajuk β€œJanuary 2026 Looker Highlights: Your 2026 Strategy Starts Now!”. Google memaparkan sejumlah pembaruan dan capaian yang bisa mempercepat adopsi data serta pengambilan keputusan berbasis wawasan di organisasi modern.

Salah satu platform BI unggulan ini berada dalam ekosistem Google Cloud β€” terus memperluas fungsionalitasnyaa. Terlebih lagi untuk membantu tim teknis maupun non-teknis dalam mengelola data, membangun dashboard. Serta mendorong keputusan strategis secara lebih cepat dan akurat.


Fitur Looker dan Pembaruan Penting yang Dirilis

Beberapa sorotan dalam pembaruan Looker di awal 2026 meliputi:

πŸ“Š Self-Service Explores dari Excel

Looker kini memungkinkan pengguna membuat explore sendiri langsung dari file Excel dengan pilihan worksheet yang lebih spesifik, memberi fleksibilitas bagi analis data tanpa perlu memindahkan data ke warehouse terlebih dahulu.

⭐ Favoriting LookML Dashboards

Fitur ini kini sudah tersedia secara umum (General Availability), sehingga pengguna bisa menandai dashboard yang sering dipakai untuk akses cepat. Sebuah perubahan kecil tapi membantu produktivitas tim dan pemangku keputusan.

πŸ” Service Accounts

Administrator kini dapat membuat akun layanan khusus untuk integrasi API, meningkatkan otomasi sambil memisahkan akses pengembang dari penggunaan sehari-hari.

πŸ“§ OAuth SMTP dan Pengelolaan Group Roles yang Disempurnakan

Pembaruan ini membantu konfigurasi komunikasi email dan kontrol akses tim menjadi lebih aman dan terstruktur.

Selain itu, ada juga pembaruan di area aksesibilitas (WCAG 2.2 Level AA) yang makin memastikan platform Looker dapat dipakai secara luas oleh berbagai pengguna.

Hubungi Kami terkait Informasi Google Looker

Leave a Reply