Di tengah laju transformasi teknologi yang cepat dan meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, University of Delhi (DU) baru-baru ini meluncurkan kursus sertifikasi online berjudul Application of Artificial Intelligence in Health Sciences.
Kursus ini menandai langkah penting dalam upaya institusi pendidikan tinggi menjawab tantangan zaman, khususnya kebutuhan kompetensi teknologi yang semakin mendesak di ranah profesional dan dunia kerja.
Keterampilan AI sebagai Bagian Integral Pendidikan
Mengacu pada pembahasan kursus tersebut, DU menempatkan AI bukan sekadar sebagai topik tambahan. Tetapi sebagai bagian dari persiapan profesional masa depan dalam hal ini tenaga kesehatan yang mampu memahami serta memanfaatkan AI dalam pelayanan medis dan penelitian.
Kursus ini diselenggarakan secara daring selama 15 minggu, terdiri dari delapan modul yang dirancang untuk memberi pemahaman fundamental terkait penggunaan AI dalam ilmu kesehatan.
Prof. Yogesh Singh, Wakil Rektor DU menekankan bahwa dunia profesional di masa depan membutuhkan tenaga kerja yang “future-ready” dengan keterampilan teknologi yang kuat.
Ia juga mengingatkan bahwa kekhawatiran tentang AI yang menggantikan pekerjaan semata tidak perlu dikhawatirkan. Karena pekerjaan baru akan lahir bersamaan dengan teknologi itu tumbuh.
Dari sinilah AI dipandang sebagai alat bantu untuk memperkaya kompetensi manusia, bukan pengganti peran mendasar manusia.
Urgensi Sertifikasi AI di Dunia Pendidikan
Langkah DU mencerminkan tren yang lebih luas di dunia pendidikan saat ini: integrasi keterampilan AI langsung ke dalam kurikulum formal maupun kursus bersertifikat.
Berbagai institusi pendidikan lain di kawasan yang sama juga memperkenalkan kursus atau sertifikasi terkait AI dan teknologi masa depan. Terlebih lagi kursus generatif AI berdurasi berbulan-bulan di institut teknologi dan pelatihan keterampilan digital yang lebih luas.
Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi AI bukan lagi sekadar pelengkap—tetapi menjadi inti dari persiapan karier modern. Terutama di sektor yang sangat bergantung pada teknologi seperti layanan kesehatan, data sains, dan riset ilmiah.
Para profesional masa kini dituntut untuk tidak hanya memahami teknologi AI secara konseptual. Tetapi juga mampu menerapkannya secara etis dan efektif dalam konteks pekerjaan mereka.
Mengaitkan DU dengan Model Sertifikasi iBlu
Dalam konteks yang lebih luas, upaya yang dilakukan oleh DU memiliki relevansi langsung dengan pendekatan sertifikasi dan pelatihan seperti yang tertuang dalam iBlu. Dimana menekankan peningkatan kompetensi profesional melalui sertifikasi berbasis teknologi dan tren masa depan.
Sama seperti kursus DU yang fokus pada aplikasi AI dalam ilmu kesehatan, pendekatan iBlu menempatkan sertifikasi bukan sebagai formalitas. Tetapi sebagai alat strategis untuk meningkatkan kemampuan adaptif peserta.
Kursus sertifikat yang berfokus pada AI, baik yang diselenggarakan oleh universitas seperti DU maupun lembaga pelatihan profesional menggambarkan arah pendidikan masa kini.
Dimulai dari sekadar pengetahuan teoretis menjadi keterampilan praktis yang siap dipakai di dunia kerja nyata. Hal ini menjadi sangat penting mengingat bahwa teknologi seperti AI terus berkembang dan merambah hampir semua bidang profesi.
Pendidikan Berkelanjutan untuk Lingkungan yang Dinamis
Sebagaimana pelatihan AI dan kursus sertifikat lainnya seperti kursus generatif AI. Dimana menawarkan oleh institusi teknik terkemuka program DU menunjukkan bahwa pendidikan tidak berhenti pada jenjang formal saja.
Pendidikan berkelanjutan (lifelong learning) menjadi kunci untuk tetap relevan dalam era digital. Kurikulum yang memberi ruang bagi profesional untuk mengembangkan keterampilan baru.
Dengan didukung sertifikasi berbasis kebutuhan industri semakin dibutuhkan.